HomeBALIKPAPANMengubah Sampah Jadi Berkah: Inovasi EcoBrick untuk Lingkungan Bersih dan Ekonomi Berkelanjutan...

Mengubah Sampah Jadi Berkah: Inovasi EcoBrick untuk Lingkungan Bersih dan Ekonomi Berkelanjutan di Balikpapan

BALIKPAPAN-Di tengah meningkatnya volume sampah plastik yang menjadi masalah global, sebuah inisiatif hijau hadir dari Kilometer 7, Graha Indah, Balikpapan, Kalimantan Timur. Program ini, yang digagas oleh Remaja Masjid Miftakhul Huda bekerjasama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menawarkan solusi kreatif untuk mengubah sampah plastik menjadi EcoBrick.

Melalui langkah inovatif ini, tidak hanya lingkungan yang menjadi lebih bersih, tetapi masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi yang signifikan.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai melalui hibah BIMA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2024 dengan tim pelaksana yaitu Ir. Arief Nugraha Pontoh, S.T., M.Eng, Eko Agung Syaputra M.Ds.,dan Andi Mursid Nugraha Arifuddin, S.T., M.T.

Program ini bertujuan untuk melibatkan dan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Masjid Miftakhul Huda. Mitra utama kegiatan ini adalah Remaja Masjid Miftakhul Huda, tetapi kegiatan ini juga terbuka bagi seluruh warga masyarakat sekitar masjid untuk ikut berpartisipasi.

Subur Santoso, Ketua PAC Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Graha Indah selaku salah satu Pembina Masjid Miftakhul Huda, memberikan apresiasi terhadap program ini dan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan pendidikan 29 Karakter Luhur yang selama ini menjadi fokus pembinaan generasi penerus di LDII.

Subur menekankan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, kerja sama, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi fondasi penting yang mendukung keberhasilan program ini.

“Program ini bukan hanya soal mengelola sampah, tetapi juga membentuk generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” ujarnya.

Salah satu inovasi utama yang diajarkan dalam program ini adalah teknologi EcoBrick. Teknologi ini mengubah sampah plastik menjadi blok bangunan yang kuat dan ramah lingkungan.

Prosesnya melibatkan tiga tahapan utama. Pertama, sampah plastik dicacah menjadi potongan-potongan kecil untuk mempermudah proses selanjutnya. Kedua, potongan plastik dilebur pada suhu sekitar 200°C hingga menjadi massa cair. Ketiga, massa plastik yang telah dilebur tersebut dipadatkan menggunakan mesin press untuk membentuk blok yang kokoh dan siap digunakan.

Metode ini telah berhasil mengubah cara pandang masyarakat sekitar dalam mengelola sampah plastik. Pelatihan yang dilakukan oleh tim ITK mendapat sambutan positif. Berdasarkan survei yang dilakukan, 92% peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, 89% mengaku nendapatkan wawasan baru, dan 87% menyatakan ingin menerapkan teknologi ini di rumah mereka masing-masing.

Hal ini menunjukkan bahwa EcoBrick tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara luas di berbagai komunitas. Program ini juga membawa dampak langsung terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat sekitar. Lingkungan di sekitar Masjid Miftakhul Huda menjadi lebih bersih berkat kebiasaan memilah sampah yang mulai diterapkan.

Selain itu, produk EcoBrick memiliki potensi untuk dipasarkan, sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi warga. Ir. Arief Nugraha Pontoh menyampaikan harapannya agar program ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mengelola sampah dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Program EcoBrick ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Kolaborasi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemuda ini menjadi contoh ideal yang dapat diadopsi oleh daerah lain.

Program EcoBrick membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai guna, masyarakat Balikpapan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagigenerasi mendatang.

Arief Nugraha Pontoh mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui hibah BIMA dalam Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdiankepada Masyarakat Tahun Anggaran 2024, Institut Teknologi Kalimantan, dan semua pihak yang telah mendukung program ini. Harapannya, inisiatif ini terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan.(mil)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments