PENAJAM-Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki banyak destinasi pariwisata yang potensial untuk dijual guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten PPU. Karena itulah, Pj Bupati PPU Makmur Marbun diharapkan membangun dan membangkitkan bidang pariwisata di Kabupaten PPU. Apalagi Kabupaten PPU sebagai Serambi Nusantara, pariwisata harus menjadi pendukung PAD dan destinasi kunjungan wisatawan baik daerah, nasional bahkan internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU Zainal Arifin.
“Hingga saat ini pembangunan di sektor pariwisata belum menunjukkan hasil yang signifikan. Pembangunan sarana dan prasarana di sektor pariwisata di PPU masih terkendala. Karena itulah kami berharap dengan adanya Pj Bupati PPU Makmur Marbun dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pariwisata di PPU bisa lebih ditingkatkan terlebih hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, ” ujar Zainal Arifin di kantornya DPRD Kabupaten PPU, belum lama ini.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, hadirnya Pj Bupati bisa fokus mengembangkan sektor pariwisata di PPU. Karena pengembangan sektor wisata menjadi keuntungan bagi daerah, terutama demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Naiknya PAD akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan bangkitnya pariwisata, akan maju UMKM di sekitar objek pariwisata,” kata Zainal. Disebutkan Zainal, Kabupaten PPU banyak memiliki sejumlah objek pariwisata yang berpotensi untuk mendukung adanya IKN di Kecamatan Sepaku.
Dirinya menyebutkan, ada beberapa objek wisata yang berpotensi dalam menunjang pemindahan IKN, diantaranya adalah pantai Nipah-Nipah, Pantai Tanjung Jumlai, Pantai Corong yang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Serta pulau Gusung yang sangat menawan. Dan banyak lagi destinasi lainnya yang indah.
Ditambahkan Zainal, melalui terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) pada 2021 sebagai alas hukum pariwisata di PPU, bisa dikembangkan baik sarana dan prasarana kepariwisataan. Juga sebagai dasar pengajuan anggaran ke provinsi maupun pusat.
“Pemda melalui Dinas Pariwisata harusnya lebih proaktif dalam rangka peningkatan sarana dan prasaran wisata. Kalau anggaran daerah nggak mampu, usulkan ke pusat atau provinsi. Apalagi Pj Bupati kita dari jakarta yang tentu banyak kolega di sana,” tegasnya.
Ditambahkan lagi oleh Zainal mengatakan, pemindahan IKN di Kecamatan Sepaku, PPU bisa menjadi peluang untuk bisa menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu andalan untuk PAD
“Perencanaan pengembangkan pariwisata agar nantinya objek wisata yang ada di empat kecamatan bisa dikelola secara profesional. Objek wisata ini bisa dilengkapi sejumlah fasilitas. Karena saat ini kan banyak objek wisata belum dilengkapi fasilitas untuk mempermudah pengunjung. Kalau mau pengunjung banyak, objek wisata harus dibenahi,” pungkasnya. (Advetorial)


