BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, soroti tingginya angka kunjungan wisatawan selama libur panjang Idulfitri 2026 di Kabupaten Berau membawa dampak signifikan terhadap sektor pariwisata.
Namun di balik peningkatan tersebut, persoalan lingkungan berupa tumpukan sampah di sejumlah destinasi wisata kembali menjadi sorotan serius DPRD Berau.
Sutami menilai persoalan sampah pasca libur panjang merupakan isu berulang yang perlu ditangani secara cepat dan terencana. Menurutnya lonjakan jumlah pengunjung memang menjadi faktor utama meningkatnya volume sampah, namun hal itu seharusnya sudah dapat diantisipasi sejak awal.
“Setiap habis libur panjang, persoalan sampah selalu muncul. Ini konsekuensi dari meningkatnya jumlah pengunjung, tapi harus ditangani cepat dan serius agar tidak mengganggu kenyamanan dan merusak wajah pariwisata kita,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Sutami menegaskan kebersihan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kesan pertama wisatawan saat berkunjung. Apabila persoalan tersebut tidak ditangani dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi dapat memengaruhi minat kunjungan wisatawan di masa mendatang.
“Sekali wisatawan kecewa, mereka bisa memilih destinasi lain. Apalagi sekarang banyak pilihan tempat wisata. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.
Ia mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi dalam penanganan sampah. Menurutnya pengelolaan kebersihan tidak boleh bersifat reaktif, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Harus ada kerja sama semua pihak. Pengelola wisata harus aktif, pemerintah hadir dengan kebijakan yang jelas, dan masyarakat juga ikut menjaga kebersihan. Ini tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Selain itu, Sutami menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas pendukung di kawasan wisata. Ia menilai penambahan tempat sampah di titik-titik strategis serta optimalisasi jumlah petugas kebersihan sangat diperlukan, terutama di lokasi dengan tingkat kunjungan tinggi.
“Kalau pengunjung meningkat, fasilitas juga harus ditambah. Jangan sampai sampah menumpuk hanya karena sarana tidak memadai. Tapi di sisi lain, kesadaran masyarakat juga sangat penting. Percuma fasilitas lengkap kalau tidak ada kepedulian,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap momentum pasca libur Lebaran tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi menyeluruh bagi pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Berau. Ia menekankan keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari tingginya jumlah kunjungan, tetapi dari kualitas pengelolaan, termasuk aspek kebersihan dan kenyamanan.
Dirinya berharap ke depan pemerintah daerah dapat menyusun strategi pengelolaan lingkungan yang lebih sistematis, sehingga pertumbuhan sektor pariwisata tetap berjalan seiring dengan terjaganya kelestarian dan kenyamanan destinasi wisata.
“Kita tentu bangga dengan banyaknya wisatawan yang datang. Tapi itu harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Kebersihan adalah bagian penting dari citra pariwisata kita,” ungkap Sutami. (adv)


