PENAJAM-Upaya mempersiapkan diri menyambut Ibu Kota Negara (IKN) khususnya dalam sarana dan prasarana transportasi umum saat ini tengah diwacanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU), dengan rencana pembangunan beberapa terminal Angkutan Kota (Angkot) yang menghubungkan tiap kecamatan yang ada. Langkah tersebut mendapat dukungan dari Komisi III DPRD PPU, Zainal Arifin S.Pd salah satu anggota Komisi III mengatakan bahwa dirinya menyetujui agenda tersebut.
“Menurut saya setuju juga, karena selama ini ada terminal satu Penajam langsung ke Waru tapi kesana-sananya tidak ada terminal, memang seharusnya adalah,” pinta Zainal.
Ia juga menjelaskan bahkan pihaknya pernah mengusulkan adanya rekayasa lalulintas di PPU untuk menentukan trayek angkutan dalam kabupaten, khususnya untuk bagaimana trayek baru nanti bisa menghidupi pasar di Nenang karena para pedagang mengeluhkan sepi pembeli.
“Kami juga sempat usulkan rekayasa jalan, agar pedagang di pasar juga ada imbasnya, kemudian juga angkot yang dari terminal ke pelabuhan ada saling berbagi, paling tidak, keluhan pedagangkan karena tidak laku bisa ada solusi,” ungkap Zainal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kalau perlu ada terminal di perbatasan PPU dan Paser, dan trayek dari dan menuju Sepaku juga perlu dibentuk, karena dua trayek tersebut saat ini mengalami kesulitan masyarakat mengaksesnya dengan melalui Angkot.
“Toh memang selama ini terminal yang dari Penajam hanya sampai Waru, tidak ada yang sampai Babulu, menurut saya sampai daerah dekat perbatasan Long Kali sana kalau perlu ada, selama ini juga akses ke Sepaku yang masih kurang, adanya bukan dari terminal ke terminal tetapi dari simpang Silkar itu, trayek yang untuk ke rumah sakit juga perlu dipikirkan lagi, karena selama ini mereka harus berputar,” tutup sarjana pendidikan ini.(Advetorial)


