SAMARINDA — Nama Amri Mauraga tiba-tiba jadi sorotan di tengah bursa calon Direktur Utama Bankaltimtara. Bukan hanya karena masuk dua besar kandidat, tapi juga karena isu yang menyebut dirinya punya kedekatan dengan Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud.
Amri langsung angkat bicara. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak benar. “Saya tidak punya hubungan keluarga atau afiliasi apa pun. Saya maju murni sebagai profesional,” ujarnya singkat.
Saat ini, posisi Dirut Bankaltimtara memang tinggal menyisakan dua nama: Amri Mauraga dan Romy Wijayanto. Keduanya sudah lolos uji kelayakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan keputusan akhir akan ditentukan dalam RUPS pada 23 April 2026.
Meski isu sempat berembus, rekam jejak Amri di dunia perbankan terbilang panjang. Ia sudah lebih dari 26 tahun berkecimpung di industri keuangan, bahkan pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Sulselbar.
Tak hanya itu, ia juga dikenal memiliki pengalaman di bidang manajemen risiko, tata kelola perusahaan, hingga pengembangan bisnis. Di luar perbankan, Amri juga sempat menjadi penasihat investasi di Pemkot Makassar dan aktif sebagai dosen praktisi.
Namun di tengah semua itu, perhatian publik kini justru tertuju pada satu hal. Apakah proses pemilihan Dirut Bankaltimtara benar-benar murni profesional?
Amri berharap proses berjalan objektif. “Silakan dinilai dari kapasitas dan pengalaman. Itu yang paling penting,” tegasnya.
Kini, publik tinggal menunggu hasil akhir RUPS. Siapa yang akan duduk di kursi Dirut, dan apakah prosesnya benar-benar bersih dari isu-isu di luar kompetensi.


