HomeNewsDPRD Penajam Paser UtaraKomisi I DPRD PPU Soroti Persiapan Daerah jadi Lumbung Padi IKN

Komisi I DPRD PPU Soroti Persiapan Daerah jadi Lumbung Padi IKN

PPU – Menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, menekankan pentingnya swasembada pangan untuk menopang kebutuhan pangan di IKN.

Menurut Andi, peran pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mendukung para petani di PPU agar dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Yah harapan kami pemerintah pusat juga harus menopang swasembada pangan para petani di PPU itu diberikan motivasi supaya pemudanya betul-betul mau melanjutkan petani yang sudah lanjut usia,” ungkap Andi Muhammad Yusuf, Selasa (11/6/2024).

Ia menggarisbawahi bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian di PPU. Dengan memberikan motivasi dan dukungan kepada para pemuda, diharapkan mereka tertarik untuk terjun ke dunia pertanian dan meneruskan usaha tani yang sudah dirintis oleh generasi sebelumnya.

Andi juga menyoroti perlunya modernisasi dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sementara itu, pemerintah daerah juga disebut harus aktif dalam melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pemberdayaan kepada para petani.

“Mungkin dibantu peralatan dan sebagainya sehingga menjadi petani yang moderen,” tambahnya.

Dengan peralatan modern, petani dapat mengolah lahan dengan lebih efektif, meminimalisir kerugian, dan meningkatkan kualitas hasil panen. Modernisasi ini juga penting untuk menarik minat generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang prospektif dan menguntungkan.

Saat ini, salah satu masalah yang dihadapi oleh petani di PPU adalah penumpukan hasil panen. Penumpukan hasil panen dapat terjadi akibat kurangnya akses ke pasar atau ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan.

“Coba sekarang, katanya hasil panennya menumpuk, nah ini juga harus dicarikan solusinya agar itu tidak terjadi,” jelas Andi.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan solusi yang komprehensif, termasuk peningkatan akses pasar, promosi produk lokal, dan diversifikasi produk pertanian. Andi juga mengingatkan bahwa kualitas hasil panen harus diperhatikan agar produk pertanian dari PPU dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

“Umpamanya hasil panennya kurang baik yah diperbaiki,” tandasnya. (Adv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments