HomeNewsDPRD Penajam Paser UtaraHasil Produksi Petani Babulu Meningkat, Perlu Dukungan Kesiapan jadi Lumbung Padi

Hasil Produksi Petani Babulu Meningkat, Perlu Dukungan Kesiapan jadi Lumbung Padi

PPU – Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru, Kecamatan Babulu di Penajam Paser Utara (PPU) harus siap menjadi lumbung pangan bagi kebutuhan ibu kota tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menyatakan bahwa pertanian di Babulu telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir, namun masih banyak yang perlu dilakukan agar Babulu dapat memenuhi harapan sebagai penyedia pangan utama.

“Selama lima tahun terakhir pertanian di Babulu yah lumayan berkembang sih, karena dulu dalam setahun hanya panen satu kali sekarang bisa dua kali. Sekitar tiga tahun terakhir sudah mulai meningkat dalam setahun bisa dua kali panen,” kata Sujiati, Selasa (2/6/2024).

Ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Babulu telah membuahkan hasil, dengan frekuensi panen yang lebih sering dibandingkan sebelumnya. Namun, Sujiati mengakui bahwa meskipun ada perkembangan, belum ada tanda-tanda Babulu diakui sebagai lumbung pangan bagi IKN.

“Kalau ditanya lumbung pangan dengan adanya IKN belum ada tanda-tanda. Masalahnya IKN sendiri belum pernah ngambil beras kita. Tetapi ini mencoba mencari terobosan petani untuk masuk di sana,” ujarnya.

Ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi agar Babulu dapat berperan lebih besar dalam mendukung kebutuhan pangan IKN. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sujiati menekankan perlunya dukungan dan strategi yang lebih kuat dari pemerintah daerah dan pusat.

Menurutnya, upaya yang lebih terfokus diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pertanian Babulu dapat memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh IKN. Ini termasuk memastikan bahwa petani di Babulu memiliki akses ke teknologi pertanian terbaru, pelatihan yang memadai, dan infrastruktur pendukung yang diperlukan untuk meningkatkan hasil panen mereka.

“Petani di Babulu harus diberi akses ke teknologi pertanian terbaru dan pelatihan yang memadai. Ini penting agar mereka dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka,” tambah Sujiati.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti irigasi, jalan akses ke lahan pertanian, dan fasilitas penyimpanan hasil panen juga harus diperbaiki dan ditingkatkan. Sujiati juga menyoroti pentingnya adanya pasar yang jelas dan stabil bagi hasil pertanian Babulu.

Selain itu, Sujiati juga menekankan pentingnya promosi dan pemasaran produk pertanian Babulu. Dengan demikian, Babulu dapat meningkatkan citra dan nilai jual produknya di pasar yang lebih luas, termasuk pasar IKN. (Adv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments