PENAJAM-Kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Penajam Paser Utara (PPU) yang menerapkan perubahan jam belajar menjadi lebih cepat dari jadwal sebelumnya mendapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Wakil Ketua Komisi II, Sujiati mengatakan jika jadwal dimajukan maka kasihan para pelajar terlalu pagi untuk berangkat.
“Sebenarnya masalah efisensi pendidikan itu tinggal maksimalnya guru mengajar, kasihan juga anak-anak terlalu pagi, sebenarnya jam yang kemarin sudah bagus, setengah delapan masuk itu sudah luar biasa, yang penting maksimal cara pengajarannya kan,” kata Sujiati.
Ia menerangkan bahwa setiap kebijakan memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri , Sujiati mengatakan bahwa kekurangan dari kebijakan memajukan jadwal masuk sekolah adalah para siswa harus mempersiapkan diri sejak subuh, mulai dari mandi makan dan berangkat sekolah dan potensi terlambat juga besar.
“Ada kurang lebihnya, Tapi kan lebih baik pulangnya tetap masuknya jangan terlalu pagi, karena anak-anak kalau terlalu pagi kesibukannya juga luar biasa, mau ga mau subuh mereka sudah beraktifitas,” jelas Sujiati.
Kesibukan juga akan merepotkan bagi orang tua yang memiliki anak lebih dari satu orang, yang mana mereka akan berlomba-lomba dengan waktu dari sekolah satu ke sekolah lainnya, dan sikap terburu-buru akan terjadi pada saat mengantar anak ke sekolah, sehingga membuat potensi kecelakaan di jalan juga tinggi.
“Yang sekolahnya jauh sudah harus antar pagi, kayaknya jam setengah delapan, dikembalikan ke jam setengah delapan saja lebih bagus,” saran satu-satunya politikus wanita di DPRD PPU ini.(ADV)


