Nama Ir H Ahmad Basir atau yang akrab disapa AHB saat ini menjadi sorotan banyak orang, sebab langkah-langkah politik yang diambilnya ada yang menilai cukup aneh dan mengundang banyak pro dan kontra bahkan tidak sedikit yang mencibir dan meremehkan langkahnya.
Ada banyak langkah politik yang diambil AHB, baik yang diketahui orang maupun tidak diketahui banyak orang. Salah satu langkah yang dimabil adalah keputusan AHB untuk maju dalam pencalegkan 2024, banyak yang mengatakan bahwa seharusnya ia mengambil maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Kaltim Dapil Balikpapan, sebagai upaya “cek ombak” untuk mengetahui berapa suara dukungan kepadanya se Kota Balikpapan, guna kepentingan Pilkada Balikpapan 2024 , namun AHB memutuskan untuk maju di Dapil Balikpapan Selatan.
Ada juga keputusan AHB yang memberikan nomor urut 1 Dapil Balikpapan Selatan kepada Yono Suherman seorang politikus pendatang baru di NasDem dan ia sendiri memilih mengunakan nomor urut 10. Ternyata langkah-langkah politik yang sensasional tersebut sudah diperhitungan dengan presisi oleh AHB, omongan miring terhadap langkahnya ia abaikan, dan yang membuatnya lebih berkelas, ia membalasnya dengan pembuktian. Ia buktikan bahwa langkah-langkah yang dianggap orang nyeleneh, telah berhasil membuat perolehan suara Partai NasDem di Pileg 2024 “Meledak”.
AHB mewarisi tiga kursi di DPRD Kota Balikpapan kepengurusan NasDem sebelumnya, yaitu dari guru sekaligus mentor politik AHB yang juga wali kota Balikpapan dua periode, Rizal Efendi SE, di tangan AHB perolehan kursi bertambah lebih dari 100 persen, yaitu menjadi tujuh kursi di Pileg 2024 kemarin. Perolehan ini menjadikan NasDem yang awalnya tidak mampu membentuk fraksi sendiri di DPRD, kini menjadi partai besar dengan perolehan kursi terbanyak ke dua di Balikpapan, mengungguli partai-partai besar lainnya, dan mendapatkan jatah sebagai Wakil Ketua I DPRD Balikpapan periode 2024-2029.
AHB tidak mengambil pusing mengenai dirinya duduk atau tidak di parlemen, karena memang ia tidak ada niat untuk menjadi anggota DPRD, targetnya adalah menjadi Wali Kota, dan keikutsertaanya di Pileg kemarin adalah untuk terjun langsung memastikan kursi NasDem meningkat dan kuat untuk mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan, meskipun pada Pileg 2024 kemarin ia jadi maka sebelum dilantik, AHB harus mundur karena harus maju pada Pilkada.
Dan memamg sejatinya ukuran hebat atau tidaknya ketua partai adalah banyak tidaknya kursi perwakilanya di DPRD, semakin banyak semakin dikatakan dirinya berhasil. Karena ada beberapa partai yang ketuanya duduk Kembali, namun perolehan kursinya jauh merosot.
Tidak cukup hanya itu, kini AHB Kembali memperlihatkan strategi politik yang cukup membingungkan dan mengundang tanda tanya bagi lawan-lawan politiknya, Pilkada 2024 ini AHB terpantau mendaftar di dua daerah sekaligus, yaitu di Kota Balikpapan dan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), hal ini dapat membingungkan lawan politik yang berupaya menjegal langkah AHB.
Banyak yang mengira AHB ini cupu politik, namun mau diakui atau tidak, kenyataan membuktikan bahwa dia suhu.


