PPU – Ketua Pasnus I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sariman mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk melibatkan kepala desa dan lurah dalam pembahasan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Hal tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perubahan drastis penggunaan lahan yang diperkirakan akan terjadi di sekitar wilayah yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Saya nanti inginkan secara detail kepala desa dan lurah mau saya libatkan untuk pembahasan RTRW, karena ini lompatannya terlalu tinggi,” kata Sariman, Rabu (15/5/2024)
Menurutnya, pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif dalam pembahasan RTRW ini penting, mengingat kompleksitas dan dampak yang akan dihadapi oleh masyarakat lokal.
PPU, yang sebagian besar wilayahnya masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan perkebunan, kini menghadapi realitas baru sebagai tetangga IKN.
“Kita kabupaten yang mayoritas wilayah pertanian dan perkebunan tiba-tiba menjadi IKN di sebelahnya. Maka tentu ruang ini pemanfaatannya akan berubah, misalnya wilayah yang berbatasan itu ada maridan, riko, pantai lango dan gersik, itu kan otomatis nanti enggak akan menjadi perkebunan dan pertanian lagi tetapi pasti menjadi wilayah permukiman dan industri. Nah, itu yang harus kita bicarakan,” jelas Sariman.
Rencana untuk melibatkan kepala desa dan lurah dalam proses ini diharapkan dapat menghasilkan diskusi yang lebih mendalam tentang dampak pembangunan IKN terhadap wilayah mereka.
“Jadi nanti dengan mengundang kepala desa dan lurah itu untuk mereka paparkan daerahnya. Sehingga nanti partisipasi publik itu kelihatan di situ,” tegas Sariman menunjukkan komitmen DPRD untuk memastikan bahwa suara masyarakat terdengar dan dihargai dalam proses pembangunan.
Langkah ini juga merupakan upaya untuk memastikan bahwa perubahan tata ruang tidak hanya memenuhi kebutuhan pembangunan skala besar seperti IKN, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan dan keberhasilan komunitas lokal.
Dialog antara pemerintah daerah dan para pemimpin komunitas diharapkan membuka jalan bagi solusi yang memperhitungkan kebutuhan dan kekhawatiran penduduk setempat. (Adv)


