PPU – Ketua Pansus I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sariman menyoroti beberapa isu penting dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terbaru.
Dia mengungkapkan kekhawatiran terkait kebijakan pembangunan infrastruktur dan perubahan penggunaan lahan di PPU. Menurutnya, pilihan ini kurang menguntungkan bagi warga PPU karena akses ke Pulau Balang terbilang lebih jauh.
“Kemudian yang saya lihat di Perda RTRW yang kemarin itu, pemerintah tidak memprioritaskan lagi jembatan Nipah-nipah-Balikpapan (Semayang) karena mereka lebih memprioritaskan lewat jembatan pulau balang,” ungkap Sariman, Rabu (16/5/2024).
Sebagai alternatif, Sariman mendorong untuk menghidupkan kembali rencana pembangunan jembatan Nipah-nipah-Semayang.
“Padahal, kalau kita yang di PPU sebelah sini ke Pulau Balang itu jauh. Maka, di samping itu kita prioritaskan, kita juga ingin mengangkat jembatan Nipah-nipah-Semayang. Sehingga nanti dengan adanya IKN ini, pasti pendatang akan banyak ke Balikpapan dan PPU,” terangnya.
Perubahan penggunaan lahan juga menjadi topik penting dalam diskusi ini, terutama terkait dengan transformasi wilayah perkebunan menjadi kawasan perumahan.
“Kemudian bagaimana perubahan wilayah perkebunan nantinya. Lalu sepanjang jalan ini kan dulu masih wilayah perkebunan dan pertanian, ada keluhan dari notaris karena ini sudah jadi perumahan, enggak bisa dijadikan hak milik kadang karena dianggap wilayah perkebunan,” jelas Sariman.
Kesulitan dalam mengubah status lahan dari perkebunan menjadi perumahan seringkali berkaitan dengan regulasi yang ada, yang belum sepenuhnya mendukung fleksibilitas dalam perubahan penggunaan lahan. Hal ini, menurut Sariman, memerlukan revisi RTRW yang lebih hati-hati dan terperinci.
“Makanya RTRW akan kita rubah. Karena lompatannya sangat tinggi, jadi butuh kehati-hatian,” pungkasnya. Revisi yang dimaksud akan melibatkan diskusi lebih lanjut dan pertimbangan mendalam untuk memastikan bahwa semua aspek—dari infrastruktur hingga hak milik lahan—dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan terkini. (Adv)


