SANGATTA – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutai Timur (Kutim) berkomitmen terus mengawal perkembangan para atlet pencak silat yang tergabung dalam sejumlah perguruan silat di bawah naungan IPSI Kutim.
Sebagaimana disampaikan Ketua IPSI Kutim, Faizal Rachman, pada kesempatannya menghadiri pembukaan kejuaraan pencak silat bertajuk Dispora Cup di GOR Serbaguna Kudungga Sangatta, Sabtu (13/7/2024) pagi.
“IPSI Kutim berkomitmen akan terus mencetak dan melahirkan atlet-atlet pencak silat asli dari Kutai Timur,” kata Faizal yang kini menjabat Anggota DPRD Kutim itu.
Ia menyebut hal itu terbukti dalam kejuaraan Porprov Kaltim di Berau pada November 2022 lalu, “IPSI Kutim berhasil masuk lima final walau baru satu yang dapat emas,” ucap Faizal.
Kemudian Faizal berharap ajang ini bisa menjadi kesempatan para pesilat di Kutim yang bernaung di IPSI meningkatkan kualitas mereka dalam olahraga silat, sehingga tujuan dari komitmen cabang olahraga silat di Kutim terwujud.
“Para pesilat bisa memaksimalkann kesempatan ini dan sebagai ajang peningkatan diri juga,” harapnya.
Terakhir Faizal Rachman mewakili IPSI Kutim menyatakan apresiasi kepada Dispora Kutim karena telah memberi support untuk cabang olah raga pencak silat melalui kegiatan tersebut.
Sementara itu Kadispora Kutim, Basuki Isnawan yang menyampaikan sambutan pembukaan Dispora Cup 2024, mengaku pihaknya akan selalu memberi support terhadap seluruh cabor yang ada di Kutim, termasuk pencak silat.
“Bertandinglah secara sportif, semoga ke depannya atlet-atlet pencak silat Indonesia akan lahir dari Kutim,” ucap Basuki.
Sebelumnya, Ketua Panitia Khoirul Arifin menjelaskan, kegiatan yang berlangsung 12-14 Juli 2024 ini mempertandingkan 42 kelas tanding dan delapan kelas seni, yang diikuti 256 pesilat dari sembilan perguruan silat yang bernaung di IPSI (dari total 14 perguruan).
Kategori yang dipertandingkan terdiri dari usia dini II (8-11 tahun) dengan 15 kelas tanding dan tiga kelas seni, pra remaja (11-14 tahun) dengan 15 kelas tanding dan tiga kelas seni, dan remaja (14-17 tahun) dengan 12 kelas tanding dan empat kelas seni.
“Kegiatan ini telah kami mulai sejak Kamis (11 Juli 2024) dengan kegiatan pelatihan digital scoring, dan sudah memulai babak penyisihan sejak Jumat (12 Juli 2024) kemarin. Kegiatan ini disupport penuh dari Dispora Kutim,” ungkap Khoirul.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Kutim H Rudi Hartono menyampaikan, KONI akan terus melakukan pembinaan atlet-atlet, dan harapan ke depannya Kutai Timur bisa menjadi barometer olahraga di tingkat provinsi.
“Saya berpesan kepada atlet, gunakan kesempatan ini untuk menguji kemampuan saudara-saudara selama latihan agar para pelatih juga bisa mengevaluasinya,” kata Rudi.


