BERAU – Anggota DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Berau untuk segera mencari alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan batu bara.
Menurutnya meskipun sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung pendapatan daerah, sifatnya yang tidak terbarukan dan sangat bergantung pada fluktuasi harga global menjadi risiko besar bagi keberlanjutan ekonomi Berau.
“Ketergantungan terhadap batu bara harus mulai kita kurangi. Ini sumber daya yang tidak terbarukan dan harganya sangat fluktuatif. Kalau terus bergantung, saat harga turun atau cadangan habis, ekonomi daerah bisa terpukul,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Sujarwo menilai pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran penting. Ia menyinggung kondisi saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau sempat mengalami penurunan drastis akibat anjloknya harga batu bara di pasar global.
Kondisi tersebut menunjukkan betapa rentannya struktur ekonomi daerah apabila terlalu bergantung pada satu sektor saja.
“Ini peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kejadian serupa terulang karena kita tidak siap mencari sumber pendapatan lain,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, ia mendorong Pemkab Berau untuk lebih serius mengembangkan sektor-sektor potensial yang bersifat berkelanjutan. Di antaranya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, hingga pariwisata.
Selain itu, pemanfaatan sumber daya alam terbarukan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai penopang ekonomi masa depan.
“Berau punya banyak potensi. Tinggal bagaimana pemerintah mampu mengelola dan mengoptimalkannya menjadi sumber PAD baru yang stabil,” jelasnya.
Sujarwo menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang matang dan terarah. Ia menyebut dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus menjadi acuan utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
Ia mengatakan kepala daerah bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu lebih jeli dalam mengidentifikasi peluang serta membuka ruang bagi pengembangan sektor unggulan baru.
“RPJMD harus benar-benar dijalankan sebagai panduan. Dengan fokus pada sektor potensial, saya yakin Berau bisa lepas dari ketergantungan tambang,” ujarnya.
Selain diversifikasi sumber pendapatan, ia menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran. Setiap program, kata dia, harus memiliki target yang jelas dan hasil yang terukur.
Sujarwo menegaskan perhatian terhadap pelaku usaha lokal turut menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
“Jangan hanya kegiatan rutin atau formalitas. Harus ada target konkret dan hasil nyata. Pelaku usaha lokal juga harus diperhatikan agar bisa berkembang,” katanya.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Sujarwo optimistis Berau mampu membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan, tanpa bergantung sepenuhnya pada sektor pertambangan.
“Dengan perencanaan yang matang, Berau bisa memastikan pembangunan tetap berjalan dan berkelanjutan, bahkan tanpa bergantung pada batu bara,” ungkap Sujarwo. (adv)


