HomeADVETORIALKomisi II DPRD Berau : Jangan Sampai Ada Penggunaan Bom Dalam Pencarian...

Komisi II DPRD Berau : Jangan Sampai Ada Penggunaan Bom Dalam Pencarian Ikan

Pulau Derawan, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. (Istimewa/Radar Media Network)
BERAU – Kepulauan Derawan semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Keindahan alam yang ditawarkan, mulai dari hamparan pasir putih, air laut yang jernih, hingga kekayaan bawah lautnya, terus menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bagi para pencinta wisata bahari, kawasan tersebut menjadi surga tersendiri. Aktivitas seperti snorkeling dan menyelam menjadi daya tarik utama dengan pemandangan terumbu karang yang masih alami serta keberagaman biota laut yang langka dan memukau.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Fasra Wisono, menegaskan di tengah meningkatnya popularitas tersebut, upaya pelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada kemampuan menjaga ekosistem alam, khususnya di kawasan laut.

“Pelestarian bawah laut Derawan harus dijaga dengan baik, tidak sampai punah. Apalagi dengan praktik pencarian ikan seperti pengeboman yang bisa mengganggu biota di bawah laut,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia mengingatkan praktik penangkapan ikan yang merusak tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak daya tarik wisata yang selama ini menjadi andalan daerah.

Selain Pulau Derawan, Kabupaten Berau memiliki sejumlah destinasi unggulan lainnya yang tidak kalah memikat, seperti Pulau Kakaban dengan danau ubur-uburnya, Pulau Maratua yang terkenal dengan panorama laut lepas, Pulau Kaniungan Besar, Pantai Biduk-Biduk, Danau Labuan Cermin yang unik dengan dua rasa air, hingga Pulau Sangalaki dan Gua Halo Tabung.

Menurut Fasra, seluruh destinasi tersebut harus dijaga kualitasnya agar tetap mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapan kami, pariwisata di sana terjaga dengan baik, wisatawan juga terlayani dengan baik. Kualitas kita tidak kalah dengan pulau lain,” tambahnya.

Ia mengapresiasi dampak positif sektor pariwisata terhadap perekonomian masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga jasa transportasi lokal, semuanya ikut merasakan manfaat dari geliat pariwisata yang terus berkembang.

Dirinya berharap pengembangan pariwisata di Kepulauan Derawan dapat berjalan seimbang antara peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

“Masyarakat juga menjadi punya penghasilan tambahan dari UMKM, kuliner, suvenir. Ini bisa terus ditingkatkan lagi,” ungkap Fasra. (adv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments