PPU – Pertanian di Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas hasil panen, terutama beras yang sering dianggap di bawah standar premium.
Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menyoroti pentingnya penanganan pasca panen yang tepat sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas beras di daerah tersebut.
“Solusinya adalah penanganan pasca panen dan penanganan pola tanam dan perawatan. Yang terpenting, pola pasca panen karena pada saat pasca panen kemudian hujan dan tidak terjemur kan otomatis kualitas beras menurun,” ujar Sujiati, Senin (10/6/2024).
Menurutnya, ketidakmampuan dalam menangani pasca panen dengan baik dapat mengakibatkan penurunan kualitas beras, yang berdampak pada harga jual dan daya saing produk di pasar.
Sujiati menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama hujan setelah panen, menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas beras.
“Ketika beras tidak terjemur dengan baik setelah dipanen, kelembaban yang tinggi akan mengurangi kualitas beras. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa proses penjemuran dilakukan dengan benar dan tepat waktu,” jelasnya.
Selain penanganan pasca panen, Sujiati juga menyoroti pentingnya perbaikan pola tanam dan perawatan tanaman. Dalam hal ini, penerapan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien, serta pelatihan bagi petani dalam mengelola tanaman dan hasil panen, menjadi solusi yang perlu dipertimbangkan.
“Satu sisi memang masih ada kekurangan untuk combain. Sebenarnya kalau kurang yah enggak kurang, cuma memang cara pengelolaannya yang kurang tepat sepertinya,” tambahnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Sujiati mengusulkan beberapa langkah konkret yang bisa diambil oleh pemerintah daerah dan para petani. Salah satu langkah yang diperlukan adanya fasilitas pengeringan atau dryer yang memadai di setiap daerah pertanian.
“Kita butuh dryer atau pengering, kita kan masih minim,” tegas Sujiati.
Dengan adanya fasilitas pengeringan yang memadai, proses pasca panen dapat dilakukan lebih efektif, sehingga kualitas beras tetap terjaga. Selain itu, ia menyebut perlu adanya peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani melalui pelatihan dan edukasi tentang teknik penanganan pasca panen yang baik. (Adv)


