PENAJAM-Menanggapi isu yang beredar di masyarakat bahwa saat ini kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sedang mengalami defisit anggaran, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU bertanya-tanya di mana letak defisit, pasalnya secara kelembagaan DPRD PPU belum menerima laporan adanya defisit. Guna menyikapi isu yang beredar di masyarakat DPRD akan mengundang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk melakukan koordinasi lebih lanjut.
“Kalau defisit sampai saat ini kami juga belum tahu, artinya secara kelembagaan kami belum mendapatkan informasi secara resmi, kami secara kelembagaan akan mengundang Pemerintah Daerah, dalam rangka koordinasi” ungkap Ketua DPRD PPU Jhon Kenedi.S.sos
Ketua DPRD yang akrab di sapa JK ini mengaggendakan pertemuan dengan Pemkab hari Kamis (22/4) ini, menggundang Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Satu dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) PPU. Dalam agenda koordinasi dengan Badan Anggaran (Banggar), nantinya JK ingin mempertanyakan kebenaran isu tersebut dan seberapa besar angka defisit yang akan ditanggung PPU.
“Pemerintah Daerah dan DPRD adalah mitra, jika ada defisit, seharusnya bisa dibicarakan dulu ke DPRD sehingga bisa diambil langkah-langkah selanjutnya,” jelas JK.
JK menegaskan jika memang defisit anggaran tersebut benar adanya, ia menghimbau untuk melakukan pengurangan anggara di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), bahkan JK mengatakan jika perlu DPRD juga akan melakukan pengurangan.
“Kalau defisit itu real ya memang kita harus berbenah, artinya setiap SKPD baik itu DPRD memang harus kita kurangi,” tegas JK.(advetorial)


