PENAJAM-Akibat menggunggah hasil pembahasan Anggaran (Banggar) DPR PPU dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) di media sosial miliknya pada Kamis (25/11) . Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menjadi buah bibir di berbagai pembicaraan. Banyak pihak yang menyayangkan perbuatan AGM tersebut, terlebih bagi 25 anggota DPRD. Irawan sangat menyayangkan sikap kepala daerah yang dinilai akan membuat polemik di masyarakat. Khususnya warga Kabupaten Penajam Paser Utara. Bahkan Irawan menyebutkan bahwa Bupati AGM tidak memiliki etika.
“Iya, Bupati AGM tidak beretika karena persoalan itu. karena jujur saja, bupati jangan membuat polemik yang seakan akan membenturkan DPRD PPU dan kepada masyarakat untuk mencari panggung mencari pencitraan,” ujar Irawan, Jumat (26/11/)
Dijelaskan Irawan, bahwa TAPD sendiri terbentuk atas surat keputusan (SK) bupati.
Sehingga tak seharunya perihal pembahasan internal disebar melalui media sosial dan dapat dikonsumsi oleh publik.
“Mereka ini TAPD kan terbentuk atas SK bupati. Lalu kalau bupati main sebar-sebar di medsos yang seharusnya sebagai konsumsi internal itu gak boleh. Ini Bupati PPU ataukah Bupati medsos,” cecar Irawan.(Advetorial)


