Penajam Paser Utara – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Zainal Arifin, menegaskan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sumber daya air baku guna menghadapi tantangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pernyataan ini disampaikan saat membuka Seminar Nasional dan Workshop Water Harvesting yang diadakan di Universitas Gunadarma Penajam.
Zainal menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi dan kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah. Rekomendasi yang muncul dalam seminar akan dijadikan dasar kebijakan untuk memastikan pasokan air bersih yang mencukupi, terutama untuk mendukung kebutuhan besar IKN.
“IKN membutuhkan pasokan air yang sangat besar. Inovasi dalam pengelolaan sumber daya air menjadi solusi yang tidak bisa ditunda lagi. Seminar ini menjadi momentum penting untuk menyatukan ide-ide segar dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Zainal menjelaskan bahwa penerapan sistem Water Harvesting berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan air di PPU. Metode ini dinilai strategis, mengingat semakin tingginya kebutuhan air bersih, baik untuk masyarakat lokal maupun mendukung keberadaan IKN yang berbatasan langsung dengan PPU.
“Implementasi Water Harvesting di PPU akan menjadi langkah awal dalam membangun ketahanan air yang mendukung pertumbuhan IKN dan masyarakat,” tambahnya.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, termasuk Plt. Deputi Bidang Sarana Prasarana Otorita IKN, Danis H. Sumadilaga, serta Suryadi dari IHE Delft Institute for Water Education UNESCO-IHE. Diskusi melibatkan topik teknologi informasi, smart system, hingga pengelolaan sumber daya air berbasis teknologi cerdas.
Menurut Zainal, keterlibatan mahasiswa dalam seminar ini menjadi hal penting untuk mempersiapkan generasi muda memahami teknologi cerdas dalam pengelolaan air.
“Seminar ini memberi mahasiswa kesempatan untuk menggali pengetahuan baru tentang teknologi cerdas yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan publik di bidang pengelolaan air,” ujarnya.
Zainal berharap inovasi yang lahir dari seminar ini tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang.
“Kita harus memikirkan pengelolaan air secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Generasi mendatang membutuhkan langkah-langkah strategis yang kita mulai hari ini,” tutupnya.
Dengan seminar ini, diharapkan muncul terobosan baru yang dapat menjadi solusi atas tantangan pengelolaan air bersih di PPU, sekaligus mendukung pembangunan IKN yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Advetorial)


