HomeADVETORIALDTPHP Dorong Padi Gogo untuk Lahan Kering Kutim

DTPHP Dorong Padi Gogo untuk Lahan Kering Kutim

Sangatta — Pemerintah Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di wilayah pedalaman yang mengandalkan lahan kering. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), pengembangan padi gogo kini menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan produktivitas petani nonirigasi.

Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa sejumlah kecamatan seperti Busang, Long Mesangat, dan Muara Bengkal masih bergantung pada padi gunung sebagai sumber pangan. Meski memiliki cita rasa yang digemari masyarakat, produktivitasnya masih rendah.

“Padi gunung memang memiliki cita rasa khas yang disukai masyarakat, tetapi dari sisi hasil produksinya belum terlalu tinggi,” paparnya beberapa hari lalu.

Produktivitas padi gunung yang rata-rata hanya sekitar satu ton per hektare mendorong DTPHP melakukan pemuliaan terhadap empat varietas lokal. Langkah ini bertujuan meningkatkan hasil panen tanpa menghilangkan cita rasa yang menjadi identitas padi gunung.

Selain menjaga varietas lokal, DTPHP juga memperluas introduksi padi gogo sebagai alternatif bagi petani di lahan kering. Varietas ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi minim air dan mampu mendukung percepatan masa tanam.

“Padi gogo ini kita arahkan untuk daerah-daerah yang selama ini menanam padi gunung, agar petani tetap bisa berproduksi di lahan yang terbatas,” kata Dessy.

Pemerintah daerah memberikan dukungan berupa bantuan benih, pendampingan teknis, serta penyuluhan rutin untuk memastikan petani memahami teknik budidaya yang efektif. Minat petani terhadap padi gogo juga mulai meningkat karena dinilai mampu memperbesar produksi tanpa bergantung pada irigasi.

Program ini turut diperkuat dengan dukungan pemerintah pusat melalui alokasi APBN, yang membantu mempercepat pengembangan varietas dan distribusi benih berkualitas ke wilayah pedalaman.

Dessy menegaskan bahwa keseimbangan antara pelestarian budaya dan peningkatan produksi tetap menjadi prinsip utama DTPHP.

“Pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian varietas lokal dan peningkatan produktivitas pangan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para petani menjadi kunci keberhasilan program. Dengan kolaborasi yang kuat, Kutai Timur diyakini mampu meningkatkan produksi pangan dan memperkuat kemandirian petani di wilayah kering.

“Kami berharap dukungan dari Kementerian Pertanian dapat terus mengalir agar para petani di Kutim mampu meningkatkan hasil panen,” pungkas Dessy. (adv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments