TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, meminta seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak dan remaja. Ia menilai peran sekolah, tenaga surveilans kesehatan, hingga para guru sangat penting dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam perilaku berisiko.
Elita menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya sebatas aspek akademik, tetapi juga kondisi sosial dan lingkungan pergaulan remaja. “Kami dorong peran seluruh pihak memantau tumbuh kembang anak,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, masa remaja merupakan fase rentan, sehingga perlu pendampingan yang lebih intensif.
Ia menyebut sejumlah potensi penyimpangan seperti seks bebas, penggunaan obat terlarang, dan perilaku berisiko lainnya harus diantisipasi sedini mungkin. “Agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas,” ujarnya.
Dirinya menegaskan bahwa banyak kasus penyimpangan berawal dari kurangnya pengawasan dan edukasi yang tepat.
Elita menilai sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, serta etika pergaulan yang sehat. Dengan dukungan guru dan konselor sekolah, edukasi dapat disampaikan secara lebih terarah dan sesuai tahap perkembangan usia.
Selain itu, ia mendorong tenaga surveilans kesehatan untuk aktif memantau kondisi psikososial remaja di wilayah kerja masing-masing, khususnya di daerah yang memiliki kerentanan tinggi. “Anak-anak kita harus terhindar dari penyimpangan,” lanjutnya.
Elita juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dapat menjadi benteng utama dalam mencegah pengaruh negatif dari lingkungan luar.
Ia berharap upaya bersama ini dapat menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan terhindar dari ancaman penyakit akibat perilaku berisiko. Menurutnya, pencegahan lebih penting karena dampak penyimpangan sulit dipulihkan jika sudah terjadi. (Adv)


