Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. (Radar Media Network)
BERAU – Besarnya alokasi anggaran yang dikucurkan untuk Kecamatan Kelay mendapat apresiasi dari DPRD Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengungkapkan di balik dukungan tersebut, dewan menegaskan pentingnya memastikan keberlanjutan program agar pembangunan tidak terhenti di tengah jalan.
Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah Kelay sudah cukup signifikan, namun perlu diiringi komitmen jangka panjang, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
“Jangan sampai program yang sudah berjalan justru terhenti. Masyarakat berharap pembangunan ini berlanjut dan benar-benar dirasakan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya kesinambungan pembangunan menjadi kunci agar manfaat anggaran yang telah digelontorkan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang masih membutuhkan banyak sentuhan pembangunan.
Sakirman menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kelay. Ia menilai keterlibatan pihak swasta, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat menjadi penopang penting di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Sinergi dengan perusahaan harus diperkuat, agar pembangunan tetap berjalan meski ada keterbatasan anggaran,” tambahnya.
Di sektor pendidikan, ia menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Merabu. Akses pendidikan bagi anak-anak dari Kampung Mapulu dan Panaan dinilai masih sangat terbatas karena harus menempuh perjalanan jauh ke wilayah lain.
“Kalau harus ke Merapun, Long Beliu, apalagi Tanjung Redeb, jaraknya cukup jauh untuk anak usia SMP. Ini harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.
Ia berharap kawasan Mapulu, Merabu, dan Panaan dapat memiliki fasilitas SMP sendiri guna mendorong pemerataan akses pendidikan. Sementara untuk jenjang SMA, ia menilai para siswa relatif lebih siap apabila harus melanjutkan pendidikan ke luar kampung.
Pada sektor infrastruktur, Sakirman menyoroti pentingnya penentuan skala prioritas pembangunan. Ia menyinggung dua proyek besar yakni kelanjutan pembangunan Jembatan Muara Lesan dan proyek jalan lingkar dalam, yang dinilai sulit diselesaikan secara bersamaan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.
Menurutnya pemerintah perlu menetapkan fokus agar salah satu proyek dapat segera dirampungkan dan dimanfaatkan masyarakat. Bahkan, ia mengusulkan agar akses jalan dibuka terlebih dahulu tanpa harus menunggu pengaspalan secara penuh.
“Yang penting aksesnya dulu terbuka. Aspal bisa menyusul, tapi masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, Sakirman turut menyoroti minimnya layanan dasar di sejumlah kampung. Ia meminta Dinas Kesehatan untuk memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan tenaga medis, fasilitas rawat inap, serta armada ambulans, khususnya di wilayah terpencil.
Ia mengingatkan kekosongan tenaga kesehatan di daerah dengan akses geografis sulit sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat.
DPRD Berau berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah daerah. Hal tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman seperti Kecamatan Kelay.
“Jangan sampai masyarakat di daerah jauh tidak mendapat layanan karena tidak ada tenaga medis. Ini harus jadi prioritas,” jelasnya. (adv)


