BERAU – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian, perkebunan, serta perikanan kelautan sebagai pilar ekonomi masa depan daerah.
Hal tersebut dinilai krusial seiring mulai melemahnya ketergantungan terhadap industri pertambangan batu bara yang selama ini menjadi andalan.
Menurut Rudi, ketiga sektor tersebut memiliki potensi besar, namun hingga kini belum dikelola secara maksimal. Ia menilai salah satu persoalan utama yang perlu segera dibenahi adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kalangan petani, pekebun, dan nelayan.
“Daerah kita harus bersiap menghidupkan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan kelautan. Ketika sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak lagi bisa diandalkan, kita harus memiliki alternatif yang kuat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan kesiapan menghadapi era pasca batu bara tidak bisa ditunda. Pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta segera mengintensifkan program peningkatan kapasitas SDM, khususnya melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
“Peningkatan wawasan, pengetahuan, serta keterampilan melalui pelatihan sangat penting dan menjadi langkah utama yang harus ditempuh,” katanya.
Rudi menjelaskan peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada produktivitas sektor-sektor tersebut. Dengan kemampuan yang lebih baik, petani, pekebun, dan nelayan diyakini mampu mengelola sumber daya secara lebih efektif dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas.
“Jika kualitas SDM petani, pekebun dan nelayan ditingkatkan secara optimal, maka mereka akan mampu berproduksi lebih baik. Kita harus meniru kemajuan daerah lain dengan memberikan ilmu yang relevan kepada mereka,” jelasnya.
Ia mengingatkan ilmu yang diperoleh tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diterapkan dengan inovasi serta disesuaikan dengan kondisi lokal. Menurutnya Kabupaten Berau memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal, baik dari sisi luas lahan pertanian dan perkebunan maupun ketersediaan sarana seperti pupuk dan bibit.
Namun demikian, keterbatasan SDM menjadi salah satu kendala utama yang menyebabkan hasil produksi belum maksimal. Kondisi serupa terjadi di sektor perikanan kelautan.
“Ini juga terjadi di sektor perikanan kelautan. Kekayaan biota laut yang melimpah di Berau masih belum dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.
Selain peningkatan SDM, Rudi menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur, khususnya di sektor transportasi. Ia menyebut akses darat, laut, dan udara yang semakin terbuka saat ini harus dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran hasil produksi lokal.
Menurutnya kemajuan sektor transportasi dapat menjadi peluang besar untuk mendorong distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan hingga ke pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.
Ia turut mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mendorong transformasi ekonomi Berau menuju sektor-sektor yang lebih berkelanjutan dan tidak bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan.
“Jika sektor ini maju, dampaknya tidak hanya meningkatkan perekonomian petani, pekebun dan nelayan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan serta daerah,” jelas Rudi. (adv)


