BERAU – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dinilai menjadi salah satu faktor krusial dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Berau. Hal tersebut mendapat perhatian serius dari DPRD Berau, khususnya Komisi III.
Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna Kalalembang, menyoroti kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau agar lebih responsif dalam menangani berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.
Menurutnya Dinkes tidak boleh hanya bersikap pasif dengan menunggu laporan masuk, melainkan harus aktif turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat benar-benar terpantau secara menyeluruh.
“Pendekatan jemput bola ini penting, terutama ketika ada indikasi kasus penyakit di suatu wilayah. Kita tidak bisa hanya menunggu laporan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ratna mengaku prihatin dengan munculnya sejumlah kasus penyakit dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius, terlebih bagi pimpinan Dinkes yang baru, untuk segera melakukan langkah konkret di lapangan.
“Kita prihatin dengan adanya beberapa kasus penyakit belakangan ini. Ini harus menjadi perhatian Kepala Dinkes, walaupun memang masih baru menjabat,” katanya.
Sebagai organisasi perangkat daerah yang memiliki tanggung jawab utama di sektor kesehatan, Dinkes diharapkan mampu melakukan monitoring (pengawasan) secara langsung ke fasilitas layanan kesehatan, seperti Puskesmas, Posyandu, hingga wilayah-wilayah yang terindikasi mengalami masalah kesehatan.
Ia menekankan kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Tindakan penanganan harus cepat dan tepat guna. Itu yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Ratna menyoroti pentingnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung pelayanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok. Ia menilai berbagai program yang telah berjalan harus dikolaborasikan secara optimal agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Terlebih kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang lebih maksimal dari seluruh pihak terkait.
“Pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan. Apalagi di musim yang tidak menentu, kita harus siap melakukan penanganan sejak dini,” tuturnya.
Lebih jauh, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat lebih proaktif dalam menghadapi potensi persoalan kesehatan, baik yang sudah terjadi maupun yang berpotensi muncul di kemudian hari. Upaya percepatan identifikasi serta penanganan dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Kami dari dewan berharap seluruh OPD bisa bekerja lebih maksimal, sehingga program-program yang ada benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Berau,” jelas Ratna. (adv)


