BERAU – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Sakirman, menyoroti pentingnya penentuan skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur daerah, khususnya proyek-proyek di sektor pekerjaan umum (PU).
Ia menilai, perencanaan yang matang dan fokus pada kebutuhan paling mendesak akan membuat manfaat pembangunan lebih cepat dirasakan masyarakat.
Menurut Sakirman, sejumlah rencana strategis seperti pembangunan jembatan dan jalur lingkar dalam memang memiliki nilai manfaat besar dalam jangka panjang. Namun, dengan keterbatasan anggaran dan luasnya cakupan proyek, pemerintah daerah diminta tidak memaksakan seluruhnya berjalan bersamaan.
“Memang tadi disampaikan ada plus minus terkait pembangunan jembatan maupun lingkar dalam. Tetapi semuanya tidak bisa langsung kita nikmati sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam setiap pembahasan proyek infrastruktur selalu terdapat berbagai pertimbangan, baik dari sisi kebutuhan masyarakat, urgensi, hingga kemampuan fiskal daerah.
Proyek jembatan, misalnya, dapat memangkas jarak tempuh dan mempercepat mobilitas barang dan orang. Sementara jalur lingkar dalam berpotensi mengurai kemacetan dan membuka kawasan baru untuk pengembangan ekonomi.
Namun demikian, kedua proyek tersebut membutuhkan anggaran besar dengan bentang pekerjaan yang luas. Jika dikerjakan secara bersamaan, dikhawatirkan prosesnya akan memakan waktu lama dan hasilnya tidak segera bisa dinikmati masyarakat.
“Kalau dua-duanya dijalankan sekaligus dengan nilai anggaran yang besar, tentu prosesnya panjang. Sementara masyarakat butuh akses yang bisa digunakan secepatnya,” katanya.
Sakirman menilai, salah satu langkah realistis yang dapat dipertimbangkan adalah membuka akses jalan terlebih dahulu hingga benar-benar tembus dan bisa dilalui. Dengan begitu, konektivitas antarwilayah dapat segera terwujud meskipun belum dalam kondisi sempurna. “Tidak harus langsung pengaspalan. Yang penting dibuka dulu aksesnya sampai benar-benar tembus. Nanti peningkatannya bisa dilakukan bertahap, misalnya dengan sirtu dan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, pola pembangunan bertahap akan lebih efektif dalam kondisi keuangan daerah yang harus dikelola secara hati-hati. Selain itu, pendekatan tersebut juga memungkinkan pemerintah menyesuaikan kualitas infrastruktur secara berkelanjutan sesuai kemampuan anggaran di tahun-tahun berikutnya.
Ia menambahkan, konektivitas antarwilayah di Kabupaten Berau sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perikanan, hingga memperlancar akses layanan pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, proyek infrastruktur harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, bukan sekadar ambisi pembangunan jangka panjang.
Sakirman berharap pemerintah daerah dapat lebih fokus dalam menentukan proyek prioritas agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan perencanaan yang tepat dan pelaksanaan bertahap, ia optimistis pembangunan infrastruktur di Berau tetap berjalan dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat luas. “Yang terpenting adalah masyarakat bisa merasakan dampaknya lebih cepat. Infrastruktur itu bukan hanya soal bangunan, tapi soal membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. (adv)


